Journal of Nursing Innovation
https://ejournal.infermia.com/index.php/JNI
<p>Journal of Nursing Innovation published by Infermia Publishing as an information and communication media for practitioners, researchers, and academics who are interested in the innovation and development of nursing, such as pediatric nursing, management of nursing, medical surgical nursing, maternity nursing, psychiatric nursing, community nursing, emergency nursing, gerontological nursing, and family nursing. JNI welcomes and invites original research articles, reviews (systematic and meta-analysis), Theory and concept development, study protocol, and case studies, particularly in health research. The journal is published annually 3 times every March, July, and November. First published in November 2022. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process.</p>Infermia Publishingen-USJournal of Nursing Innovation2962-8946<p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" width="88" height="31" /></a><br />This work is licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.<br />JNI: Journal of Nursing Innovation<br /><strong>Published by Infermia Publishing, Depok, Indonesia</strong></p>Ilmu Keperawatan dalam Perspektif Filsafat Ilmu : Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
https://ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/83
<p><strong>Pendahuluan : </strong>Ilmu keperawatan sebagai disiplin ilmu memiliki landasan filosofis yang kuat dalam mengembangkan teori, praktik, dan nilai-nilai etik. Kajian filsafat ilmu memberikan kerangka berpikir mendasar tentang hakikat keperawatan (ontologi), cara memperoleh pengetahuan keperawatan (epistemologi), serta nilai dan manfaat ilmu keperawatan bagi manusia dan masyarakat (aksiologi).</p> <p><strong>Tujuan : </strong>untuk <strong>menganalisis dan menjelaskan ilmu keperawatan dalam perspektif filsafat ilmu</strong><strong>,</strong> khususnya melalui tiga dimensi fundamental yaitu <strong>ontologis, epistemologis, dan aksiologis</strong>.</p> <p><strong>Metode : </strong>artikel ini menggunakan pendekatan studi literatur atau <em>literature review </em>terkait ilmu keperawatan dalam perspekpetif filsafat ilmu. Sumber data utama berasal dari literatur ilmiah seperti buku teks, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen akademik yang membahas tentang filsafat ilmu dan keperawatan. Data sekunder diperoleh dari karya ilmiah pendukung seperti laporan penelitian, disertasi, dan publikasi keperawatan yang mengulas aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis.</p> <p><strong>Hasil : </strong>Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu keperawatan berfokus pada manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual, menggunakan metode ilmiah berbasis evidensi, serta berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, dan tanggung jawab moral. Ontologi keperawatan menekankan pemahaman manusia sebagai makhluk yang berpotensi untuk berkembang dan beradaptasi. pendekatan <em>Evidence-Based Practice (EBP)</em> berperan penting dalam epistemologi keperawatan modern. nilai-nilai aksiologis menjaga kerahasiaan pasien, menghormati otonomi, dan membangun komunikasi terapeutik yang berlandaskan rasa percaya</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>integrasi ketiga dimensi filsafat ilmu menjadi dasar pengembangan keilmuan dan praktik profesional keperawatan yang humanistik dan ilmiah.</p>Nurhikmah DahlanSyur Hasrianti JufriKamriani KamrianiNina GMusafir Pababari
Copyright (c) 2026 Nurhikmah Dahlan, Syur Hasrianti Jufri, Kamriani Kamriani, Nina G, Musafir Pababari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-03-282026-03-28511510.61923/jni.v5i1.83Pengaruh Penerapan Nilai-Nilai ICARE Terhadap Perilaku Caring Perawat Pendidik Klinis (Preceptor/Mentor) RS Panti Rapih Yogyakarta
https://ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/89
<p><strong>Pendahuluan:</strong> Perilaku caring merupakan inti dari praktik keperawatan profesional yang harus diteladankan oleh perawat pendidik klinis (<em>preceptor/mentor</em>). Organisasi pelayanan kesehatan, nilai-nilai ICARE (Integrity, Compassion, Accountability, Respect, dan Excellence) dikembangkan sebagai pedoman kerja perawat. Namun, implementasi nilai-nilai dalam praktik pembimbingan klinik masih menunjukkan variasi dan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku caring.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh penerapan nilai-nilai ICARE terhadap perilaku caring perawat pendidik klinis berdasarkan kajian literatur kuantitatif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> dengan pendekatan PICOT dan alur <em>Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses</em> (PRISMA). Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, Wiley Online Library, ProQuest, serta jurnal nasional terindeks SINTA pada periode 2019–2025. Dari hasil penelusuran, sebanyak 15 artikel kuantitatif memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kritis. <strong>Hasil:</strong> Penerapan nilai-nilai ICARE berhubungan signifikan dengan peningkatan perilaku caring, efektivitas pembimbingan klinik, mutu pelayanan keperawatan, dan keselamatan pasien (p < 0,05). Dimensi <em>compassion, integrity</em>, dan <em>accountability</em> merupakan komponen yang paling konsisten memengaruhi perilaku caring perawat pendidik klinis.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Penerapan nilai-nilai ICARE berpengaruh positif terhadap perilaku caring perawat pendidik klinis. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan nilai melalui pelatihan berkelanjutan, <em>role modeling</em>, dan dukungan manajerial untuk meningkatkan mutu pembelajaran klinik dan pelayanan keperawatan.</p>Anastasia Oli Ina LadopurabCicilia Ika Wulandari
Copyright (c) 2026 Anastasia Oli Ina Ladopurab, Cicilia Ika Wulandari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-03-292026-03-295161710.61923/jni.v5i1.89Efektivitas Penerapan Dokumentasi Elektronik Terhadap Kelengkapan Dokumentasi Dan Kesesuaian Penggunaan Diagnosis Keperawatan: Literature Review
https://ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/92
<p><strong>Pendahuluan</strong>: Meningkatnya permintaan akan pelayanan keperawatan berkualitas tinggi menuntut adanya dokumentasi keperawatan yang akurat, lengkap, dan terstandarisasi guna mendukung keselamatan pasien serta pengambilan keputusan klinis. Transisi dari dokumentasi berbasis kertas ke dokumentasi elektronik telah didorong untuk mengatasi masalah terkait ketidaklengkapan, ketidakkonsistenan, dan penggunaan diagnosis keperawatan yang tidak tepat.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dokumentasi keperawatan elektronik dalam meningkatkan kelengkapan dokumentasi keperawatan serta kesesuaian penggunaan diagnosis keperawatan.</p> <p><strong>Metode</strong>: Metode tinjauan literatur dilakukan dengan menggunakan artikel yang diambil dari basis data <em>Google Scholar, PubMed</em>, dan <em>Science Direct</em>. Pencarian mencakup studi yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan rekam medis elektronik, dokumentasi keperawatan, kelengkapan dokumentasi, dan perawatan keperawatan. Sebanyak sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan penilaian kritis dan sintesis tematik.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumentasi keperawatan elektronik secara signifikan meningkatkan kelengkapan dokumentasi keperawatan di seluruh komponen proses keperawatan, termasuk penilaian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selain itu, sistem elektronik yang terintegrasi dengan bahasa keperawatan terstandar meningkatkan akurasi dan konsistensi pemilihan diagnosis keperawatan.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Dokumentasi keperawatan elektronik efektif dalam mendukung praktik dokumentasi keperawatan yang komprehensif dan terstandarisasi. Disarankan agar institusi kesehatan memperkuat program pelatihan, meningkatkan kemudahan penggunaan sistem, dan secara terus-menerus melibatkan perawat dalam pengembangan sistem untuk mengoptimalkan implementasi dan keberlanjutan dokumentasi keperawatan elektronik.</p>Christika LekatompessyCicilia Ika Wulandari
Copyright (c) 2026 Christika Lekatompessy, Cicilia Ika Wulandari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-03-312026-03-3151182810.61923/jni.v5i1.92Peran Primary Nurse dalam Pengendalian Hipoglikemia pada Pasien DM Tipe 2 dengan Komorbid Gangguan Pankreas dan Ginjal: Studi Kasus
https://ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/94
<p><strong>Pendahuluan</strong>: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang sering disertai komplikasi hipoglikemia, terutama pada pasien dengan komorbid gangguan ginjal dan pankreas. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penurunan kadar glukosa darah akibat gangguan metabolisme dan eliminasi obat, sehingga memerlukan pengelolaan asuhan keperawatan yang terencana dan berkesinambungan. Model asuhan keperawatan Primary Nursing menempatkan Primary Nurse sebagai penanggung jawab utama dalam pengendalian kondisi pasien secara menyeluruh.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui peran <em>primary nurse </em>dalam pengendalian hipoglikemia pada pasien DM tipe 2 dengan komorbid gangguan pankreas dan ginjal. </p> <p><strong>Metode</strong>: Metode studi kasus terhadap dua pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipoglikemia dan komorbid gangguan ginjal serta pankreas. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan, observasi, kuesioner, wawancara dengan perawat primer serta telaah dokumentasi medis dan hasil pemeriksaan penunjang.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil studi menunjukkan bahwa <em>Primary Nurse</em> berperan penting dalam pemantauan glukosa darah secara ketat, identifikasi dini tanda dan gejala hipoglikemia, kolaborasi interprofesional dalam penyesuaian terapi farmakologis, serta pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga. Implementasi asuhan keperawatan yang terintegrasi berkontribusi pada stabilitas kadar glukosa darah dan pencegahan komplikasi hipoglikemia berulang.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: <em>Primary Nurse</em> memiliki peran strategis dalam pengendalian hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komorbid gangguan ginjal dan pankreas. Direkomendasikan penerapan model Primary Nursing secara konsisten serta penguatan kesinambungan asuhan, termasuk pemantauan pasca-rawat guna meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan keperawatan.</p>Herman DaeliKadek AnggieCicilia Ika Wulandari
Copyright (c) 2026 Herman Daeli, Kadek Anggie, Cicilia Ika Wulandari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-03-312026-03-3151294010.61923/jni.v5i1.94Pengaruh Beban Kerja dan Dukungan Organisasi Terhadap Self-efficacy dalam Penerapan Teknologi: Literature Review
https://ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/91
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Penerapan teknologi kesehatan di rumah sakit menjadi kebutuhan utama dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Namun, implementasi teknologi sering kali dihadapkan pada tantangan beban kerja yang meningkat serta keterbatasan dukungan organisasi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi <em>self-efficacy</em> tenaga kesehatan dalam menggunakan teknologi secara optimal.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> <em>Literature review</em> ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan dukungan organisasi terhadap <em>self-efficacy</em> tenaga kesehatan dalam penerapan teknologi di rumah sakit.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui database <em>PubMed, ProQuest</em>, dan <em>Google Scholar</em>. Artikel diseleksi menggunakan strategi PICOT dan alur PRISMA. Artikel yang terpilih dievaluasi menggunakan <em>Joanna Briggs Institute</em> (JBI) <em>Critical Appraisal Tools</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil review menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi cenderung menurunkan <em>self-efficacy</em> tenaga kesehatan dalam penggunaan teknologi, sedangkan dukungan organisasi seperti dukungan supervisor, pelatihan, dan ketersediaan fasilitas berperan meningkatkan <em>self-efficacy</em> dan kesiapan dalam penerapan teknologi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Beban kerja dan dukungan organisasi merupakan faktor penting yang memengaruhi <em>self-efficacy</em> dalam penerapan teknologi di rumah sakit. Penguatan dukungan organisasi diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif beban kerja.</p>Endah Ernawati NainggolanEmiliana Tarigan
Copyright (c) 2026 Endah Ernawati Nainggolan, Emiliana Tarigan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-03-312026-03-3151415310.61923/jni.v5i1.91