Kengerian Eksperimen Medis Nazi Bernama Eugenetika: Narrative Literature Review
PDF (Bahasa Indonesia)

Keywords

Eksperimen Medis Nazi
Etika Penelitian
Nazi

How to Cite

Pradana, A. A., Casman, C., & Chandra, M. (2023). Kengerian Eksperimen Medis Nazi Bernama Eugenetika: Narrative Literature Review. Journal of Nursing Innovation, 2(2), 36–44. https://doi.org/10.61923/jni.v2i2.12

Abstract

Latar belakang: Eksperimen medis yang dilakukan oleh Nazi sejak 1933 hingga 1945 merenggut banyak nyawa dengan prosedur yang sangat tidak manusiawi. Sejarah kelam penelitian kesehatan ini penting untuk perkembangan penelitian kesehatan modern.

Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksperimen medis yang dilakukan Nazi dan pembelajaran yang dapat diambil sebagai pertimbangan etik penelitian kesehatan.

Metode: Studi ini merupakan narative literature review sederhana. Pencarian artikel menggunakan kombinasi beberapa kata kunci, yaitu  “Nazi”, “Medical”, “Experiment”, “Nuremberg trial”, “World War II”, dan “Camp concentration”. Artikel dibatasi pada terbitan 2016-2022 dari beberapa database seperti Google Scholar, PubMed, dan CINAHL. Artikel yang dipilih disesuaikan dengan kriteria inklusi penelitian, meliputi: 1) artikel yang menjelaskan tentang eksperimen medis oleh Nazi, 2) tidak ada batasan bahasa pada artikel yang dipilih, dan 3) Artikel yang menjelaskan tentang uji coba yang dilakukan oleh tim medis Nazi.

Hasil: Nazi mempromosikan “Egenetika” sebagai propaganda untuk mendukung eksperimen medis secara paksa, mengkampanyekan perundangan tentang pencegahan keturunan yang sakit secara genetik, sterilisasi paksa, membunuh anak-anak dan orang dewasa yang cacat fisik dan mental, pembunuhan massal secara medis terhadap kelompok yang dianggap sebagai ancaman genetik (homoseksual, Yahudi, Roma).  Tim peneliti melibatkan lebih dari 38.000 dokter.

Kesimpulan: Eksperimen medis Nazi menunjukkan sisi gelap penelitian kesehatan. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi generasi penerus akan pentingnya berpegang teguh pada etika penelitian yang ada.

https://doi.org/10.61923/jni.v2i2.12
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Algahtani, H., Bajunaid, M., & Shirah, B. (2018). Unethical human research in the field of neuroscience: a historical review. Neurological Sciences, 39(5), 829–834. https://doi.org/10.1007/s10072-018-3245-1

Baker, R., & Wynia, M. K. (2022). The Role of Professions in a State: The Effects of the Nazi Experience on Health Care Professionalism. In S. Gallin & I. Bedzow (Eds.), Bioethics and the Holocaust: A Comprehensive Study in How the Holocaust Continues to Shape the Ethics of Health, Medicine and Human Rights (1st ed., p. 326). Springer Nature Switzerland. https://doi.org/10.1007/978-3-031-01987-6

Benedict, S., & Georges, J. M. (2006). Nurses and the sterilization experiments of Auschwitz: A postmodernist perspective. Nursing Inquiry, 13(4), 277–288. https://doi.org/10.1111/j.1440-1800.2006.00330.x

Caplan, A. L. (2021). How Should We Regard Information Gathered in Nazi Experiments? AMA Journal of Ethics, 23(1), E55–E58. https://doi.org/10.1001/amajethics.2021.55

Halioua, B. (2010). The participation of Hans Hinselmann in medical experiments at Auschwitz. Journal of Lower Genital Tract Disease, 14(1), 1–4. https://doi.org/10.1097/LGT.0b013e3181af30ef

Korda, A. (2006). The Nazi medical experiments. ADF Health, 7(April), 33–37.

Mellanby, K. (1947). Medical Experiments in Nazi Concentration Camps. British Medical Journal, 148–150.

Mills, J. (2020). Pandora’s box closed: The Royal Air Force Institute of Aviation Medicine and Nazi medical experiments on human beings during World War II. Studies in History and Philosophy of Science Part C :Studies in History and Philosophy of Biological and Biomedical Sciences, 79(February 2019), 101190. https://doi.org/10.1016/j.shpsc.2019.101190

Novak, D. (2020). Is the use of data from Nazi medical experiments justifiable or not? Ethics, Medicine and Public Health, 12, 100431. https://doi.org/10.1016/j.jemep.2019.100431

Pradana, A. A., Chandra, M., Fahmi, I., Casman, Rizzal, A. F., Dewi, N. A., & Nur’aini. (2021). Telaah Literatur sebagai Alternatif Tri Dharma Dosen: Bagaimana tahapan penyusunannya? Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia, 01, 6–15. http://ejournal.undhari.ac.id/index.php/jikdi/article/view/204

Rubenfeld, S. (2011). Medical ethics after Auschwitz. Journal of Ecumenical Studies, 46(4), 515–519.

Schaefer, N. (2004). The legacy of Nazi medicine. New Atlantis (Washington, D.C.), 5, 54–60.

Shuster, E. (2018). American doctors at the Nuremberg medical Trial. American Journal of Public Health, 108(1), 47–52. https://doi.org/10.2105/AJPH.2017.304104

United States Holocaust Memorial Museum. (1990). Nuremberg Code. THE DOCTORS TRIAL: THE MEDICAL CASE OF THE SUBSEQUENT NUREMBERG PROCEEDINGS.

Weindling, P. (2022). Painful and sometimes deadly experiments which Nazi doctors carried out on children. Acta Paediatrica, International Journal of Paediatrics, 111(9), 1664–1669. https://doi.org/10.1111/apa.16310

Weisz, G. M., & Gal, A. (2021). Research on Tuberculosis in Nazi Germany and the Cruelest Medical Experiments on Jewish Children: An Observational Review. Israel Medical Association Journal, 23(March), 160–164.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright (c) 2023 Anung Ahadi Pradana, Casman Casman, Muhammad Chandra

Downloads

Download data is not yet available.