Abstract
Pendahuluan: Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol melakukan buang air kecil dan buang air besar. Toilet training dapat berlangsung pada anak usia 18 bulan – 36 bulan. Pada tahapan ini anak membutuhkan persiapan baik secara fisik, psikologis maupun secara intelektual, sehingga diharapkan anak mampu mengontrol buang air besar atau kecil secara sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahun dan sikap terhadap toilet training pada anak usia prasekolah. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 87 orang ibu yang memiliki anak usia prasekolah, dengan menggunakan Accidental sampling. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan pengujian statistik chi square. Results: penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap toilet training P value = 0,004 (P < 0,05), terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap toilet training P value = 0,013 (P < 0,005). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan pentingnya pengetahuan dan sikap serta peran orangtua terhadap penerapan toilet training pada anak usia toddler. Diharapkan kepada ibu untuk melatih anak agar BAK dan BAB ditoilet sejak dini. Diharapkan kepada pihak sekolah khususnya para guru untuk mengajarkan toilet training sejak dini pada anak dengan menghindari penggunaan diapers.
References
Andriyani, S.V, D.D, D. dan. (2014). Hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang toilet training. Artikel Penelitian, 3(1), 45–57.
Arpa (2010). Hubungan pengetahuan, sikap dan kebiasaan keluarga dengan kemampuan toilet training anak toddler (1-3 Tahun) Di PAUD Mentari Kelurahan Dukuh Sutorejo Surabaya. Surabaya, FIK UM Surabaya.
Azwar. (2012).Sikap manusia :Teori dan pengukurannya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Depkes RI, (2007). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta : DepKes.
Priyatno.D. 2009. 5 Jam belajar olah data dengan SPSS 17. Yogyakarta : Andi.
Ervina, E.E. 2014. Hubungan pengetahuan ibu dengan pelaksanaan toilet training pada anak usia toddler (1-3) tahun di Desa Totokarto Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu Tahun 2014. Jurnal. Vol 2 no.1 tahun 2018.
Hidayat. A. A. (2009). Pengantar ilmu keperawatan anak 1. Jakarta: Salemba Medika
Notoatmodjo, S. (2010). Pendidikan dan prilaku kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.
(2012). Pendidikan dan prilaku kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.
(2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Silfitriani. H. (2009). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training terhadap pelaksanaannya pada anak usia 18-24 bulan di posyandu mawar RW 11 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
Supartini. (2004). Buku ajar konsep dasar keperawatan anak, EGC, Jakarta.
Susilaningrum, Rekawati, dkk. 2013. Asuhan keperawatan bayi dan anak. Jakarta : Salemba Medika.
Vermita, S, Maharani, R, Widodo, D. 2017. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Toilet Training pada anak usia 3-5 tahun di PAUD se-kota Pekanbaru tahun 2017.Menara Ilmu. Vol.XIII no.1 januari 2019.
Wong, DL. (2008). Buku ajar keperawatan pediatrik, Jakarta: ECG.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2022 Yulfitri Yulfitri, Riau Roslita, Eka Wisanti
