Risiko Jatuh dan Kadar Hemoglobin pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Kota Samarinda Kalimantan Timur
PDF (Bahasa Indonesia)

Keywords

Risiko Jatuh
Hemoglobin
Lansia
Kejadian Jatuh
Long-Term Care

How to Cite

Bahtiar, B., Aprilia, R., Nopriyanto, D., & Faisal Nur, S. R. (2024). Risiko Jatuh dan Kadar Hemoglobin pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Kota Samarinda Kalimantan Timur. Journal of Nursing Innovation, 3(1), 22–28. https://doi.org/10.61923/jni.v3i1.31

Abstract

Pendahuluan: risiko jatuh adalah klien yang berisiko untuk jatuh yang umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan dan fisiologis yang dapat berakibat cedera yang sangat berpotensi terjadi pada lansia. Salah satu kondisi fisiologis yang mengganggu dan dapat mendukung terjadinya insidensi jatuh pada lansia yakni kadar hemoglobin tubuh.

Tujuan: untuk mengidentifikasi gambaran risiko jatuh dan kadar hemoglobin pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Kota Samarinda Kalimantan Timur

Metode: metode survei deskriptif. Alat ukur yang digunakan yaitu pengukuran risiko jatuh menggunakan time up and go test dan alat ukur hemoglobin merk easy touch untuk mengukur kadar hemoglobin.

Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden yang tidak berisiko jatuh sebanyak 32 orang (33,6%) dan responden dengan risiko tinggi jatuh sebanyak 63 orang (66,4%). Adapun responden yang memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 82 orang (86,3 %) dan responden yang mengalami anemia sebanyak 13 orang (13,7 %).

Kesimpulan: Menurut hasil penelitian, mayoritas lansia di PSTW Nirwana Puri Kota Samarinda berada dalam kategori risiko jatuh tinggi dan memiliki tingkat hemoglobin normal. Petugas kesehatan dan sosial yang bekerja di panti sosial untuk lansia harus mempertimbangkan risiko jatuh pada lansia dan membangun intervensi untuk mencegah jatuh.

https://doi.org/10.61923/jni.v3i1.31
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Abou, L., & Rice, L. A. (2022). Risk Factors Associated With Falls and Fall-Related Injuries Among Wheelchair Users With Spinal Cord Injury. Archives of Rehabilitation Research and Clinical Translation, 4(2), 6–7.

Alamsyah, P. R., & Andrias, D. R. (2017). Hubungan Kecukupan Zat Gizi Dan Konsumsi Makanan Penghambat Zat Besi Dengan Kejadian Anemia Pada Lansia. Media Gizi Indonesia, 11(1), 48.

Ang, G. C., Low, S. L., & How, C. H. (2020). Approach to Falls Among the Elderly in the Community. Singapore Medical Journal, 61(3), 118–119.

Ashar, P. H. (2016). Lansia di Panti Werdha Budi Mulia 4 Margaguna. Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 161-170.

Chiarella, G., Pisani, D., & Viola, P. (2020). Disequilibrium and Risk of Falling in the Elderly is a Priority for Health Services. Reviews on Recent Clinical Trials, 15(3), 162–163.

Dady, F., Memah, H. P., & Kolompoy, J. A. (2020). Hubungan Bahaya Lingkungan dengan Risiko Jatuh Lanjut Usia di BPLU Senja Cerah Manado. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 3(3), 153.

Darmojo, B. (2014). Buku ajar Boedhi-Darmojo geriatric (ilmu kesehatan usia lanjut). Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

Firdaus, R. (2020). Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Status Anemia dengan Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia Relationship of Age, Gender and Anemia Status with Cognitive Function in the Elderly. Faletehan Health Journal, 7(1), 16.

Harjatmo, Titus, P., Holil M. P., & Sugeng, W. (2017). Penilaian Status Gizi. Jakarta : Pusat Pendidikan Sumber Daya dan Kesehatan Manusia.

Kemenkes RI. (2017). Analisis Lansia di Indonesia. Jakarta Selatan: Pusat Data dan Informasi.

Khairunnisa, A., Pramantara, I. D. P., & Kurdanti, W. (2017). Hubungan antara Asupan Protein, Zat Besi, Vitamin C, dan Inhibitor Absorpsi Zat Besi dengan Status Anemia pada Lanjut Usia di Paguyuban Wira Werdha Wirogunan Yogyakarta. Media Gizi Indonesia, 8(2), 90.

Laili, N. H., & Laily, V. N. (2020). Analisis Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Lansia Di Upt. Puskesmas Colomadu 1. Intan Husada Jurnal Ilmu Keperawatan, 8(1), 70.

Lestari, M., Setyawati, A., & Ngestiningsih, D. (2015). Pengaruh Pemberian Suplementasi Zink Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Lansia. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 4(4), 1208–1216.

Miller, C. A. (2012). Nursing for wellness in older adults (6th ed., Vol. 6, Issue 0). Lippincott Williams & Wilkins.

Noorratri, E. D., Mei Leni, A. S., & Kardi, I. S. (2020). Deteksi Dini Resiko Jatuh Pada Lansia Di Posyandu Lansia Kentingan, Kecamatan Jebres, Surakarta. GEMASSIKA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 128.

Nopriantha, M., & Kuswardhani, R. T. (2018). Korelasi antara kadar hemoglobin dengan status kognitif pada pasien geriatri di RSUP Sanglah. Jurnal Penyakit Dalam Udayana, 2(1), 15–18.

Nurrahmah. (2020). Hubungan Aktivitas Sehari-Hari Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Di PSTW. Program Studi Keperawatan. Universitas ’Aisyiyah, 1(1), 7.

Pangestu, M. D., & Nusadewiarti, A. (2020). Penatalaksanaan Holistik Penyakit Congestive Heart Failure pada Wanita Lanjut Usia Melalui PendekatanKedokteran Keluarga. Jurnal Majority, 9(1), 1–11.

Prasetya, H. R., Sistiyono, & Naur, M. E. E. (2016). Gambaran Anemia pada Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso Yogyakarta Tahun 2013. Media Gizi Indonesia, 21(1), 26–27.

Ramlis, R. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Jatuh Pada Lansia Di Bpplu Kota Bengkulu Tahun 2017. Journal of Nursing and Public Health, 6(1), 63–67.

Sitorus, R. S. (2020). Hubungan Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik dengan Risiko Jatuh Lansia. Jurnal Maternitas Kebidanan, 5(1), 52.

Sudiartawan, W., Luh Putu, N., Yanti, E., Ngurah, A. A., & Wijaya, T. (2017). Analisis Faktor Risiko Penyebab Jatuh Pada Lanjut Usia. Jurnal Ners Widya Husada, 4(3), 95–102.

Supriyadi, Novita, D., & Neni, M. (2021). Kadar Hemoglobin Lansia setelah konsumsi serbuk daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol .9, No. 3, 2021, 8487(3), 447–455.

Suryani, U. (2018). Hubungan Tingkat Kemandirian Dalam Aktivitas Sehari-Hari dengan Resiko Jatuh pada Lansia di Pstw Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 31(1), 93.

Susanti, Y., Darwati, L. E., & Anggraeni, R. (2018). Gambaran Tingkat Depresi Lansia. Jurnal Keperawatan Pemikiran Ilmiah, 19(1), 1-11.

Syapitri, H. (2016). Pengaruh Latihan Swiss Ball Terhadap Keseimbangan untuk Mengurangi Risiko Jatuh pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial. Jurnal INJEC, 1(2), 165–172.

Yilmaz, O. Okutan, E. Demirer, O. Ayten, dan Z. Kartaloglu. (2014). Relation between inflammatory cytokine levels in serum and bronchoalveolar lavage fluid and gene polymorphism in young adult patients with bronchiectasis. Journal of Thoracic Disease, 6(6), 684–693.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright (c) 2024 Bahtiar Bahtiar, Riska Aprilia, Dwi Nopriyanto, Syukma Ramadhani Faisal Nur

Downloads

Download data is not yet available.